Jilbab

Bismillahirrahmanirrahim ^_^
a. Asal muasal Jilbab
Dikisahkan oleh ‘Aisha: ‘Umar bin Al-Khattab sering berkata kepada Rasul Allah, “Suruhlah istri-isrtimu mengenakan kerudung.” Tapi Sang Rasul tidak melakukan hal itu. Istri-istri Nabi biasa buang hajat hanya di waktu malam saja di Al-Manasi.’ Suatu kali, Saodah, anak perempuan Zam’a keluar dan dia adalah wanita yang tinggi. ‘Umar bin Al-Khattab melihatnya dan berkata, “Aku tahu itu kamu, wahai Sauda!” Dia (‘Umar) berkata begitu karena dia ingin ada perintah illahi tentang pemakaian kerudung (hijab bagi wanita). Maka Allah menurunkan ayat pengerudungan.
Kemudian turunlah surat al-Ahzab: 59, yang artinnya :
“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
b. Kontroversi Jilbab pada zaman dahulu sampai sekarang
Jilbab berasal dari bahasa Arab yaitu : جلباب = penutup. Sedangkan secara istilah adalah adalah pakaian terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim. Penggunaan jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan syariat Islam untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat atau dikenal dengan istilah hijab.
Sesuai dengan firman Allah pada surat An-Nur: 31, yang artinnya :
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
Dari ayat diatas dapat ditarik kesimpulan tentang Allah memerintahkan setiap perempuan itu diwajibkan untuk berjilbab.
c. Cara berjilbab di berbagai belahan dunia
1. Jazirah Arab
Sebagian besar penduduk perempuan di jazirah arab menggunakan jilbab panjang hampir menutupi seluruh tubuhnya, disertai dengan memakai cadar. Mereka memakai cadar dikarenakan lingkungan yang penuh dengan debu, jadi takut kalau debu terhirup ke paru-paru jadi berbahaya.
2. Indonesia
Di Negara Indonesia, perempuan memakai jilbab hanya sekedar menutupi aurat saja, toh mukannya tidakikut ditutup pakai cadar.
Dari sampel dua wilayah diatas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa memakai jilbab selain perintah Allah, juga dengan memakainya itu tergantung dengan lingkungan dan budaya.
d. Kontroversi pemakaian jilbab
1. Kontoversi Pertama
Bahwasannya perempuan yang memakai jilbab, akan susah dalam mencari pekerjaan.
Karena pada zaman sekarang, para perusahaan kebanyakan mencari karyawannya itu yang tidak berjilbab.
Contoh : Ipah dulunnya berasal dari desa Kedongan, dia lulusan MA di daerahnya. Tetapi, setelah dia merantau ke ibu kota dan melamar pejerjaan sebagai SPG, mau tidak mau dia harus melepas jilbabnya, demi sepeser uang.

2. Kontroversi kedua
Jilbab hanya sebagai “tameng” dari keburukan si-pemakai. Awalnya dari pemakai tidak memakai jilbab, tapi setelah dirundung masalah yang cukup berat, dia memutuskan untuk memakai jilbab. Jilbab disini tidak menutupi seluruh lekukan tubuh dan aurat, tetapi hanya sebagai penutup kepala untuk menutupi malunnya.
Contoh : Kasus dari Angelina Sondakh, mentang-mentang dia sedang tersandung masalah tentang penggelapan uang, setiap siding dia selalu mekai “penutup kepala”nya. Dengan maksud, dia menanggung malu karena perbuatannya selama ini.
3. Kontroversi Ketiga
Perempuan memakai jilbab hanya sekedar ikut-ikutan teman atau mengikutimodel. Padahal, dari segi umur, dia sudah diwajibkan untuk memakai jilbab.
Memag pada zaman sekarang telah menjamurnya beberapa model jilbab. Kalau kita melihat pada zaman dahulu,model jilbabnya cuman itu-itu saja. Tetapi, kalau dilihat dari segi syar’innya,kebanyakan modeljilbab sekarang tidak sesuai syar’i, kenapa? Karena model jilbabnya tidak ada yang menutupi sampai dada.
4. Kontroversi Keempat
Kebanyakan perempuan yang memakai jilbab, susah untuk mendapatkan karir yang cemerlang.
Tetapi, fakta sekarang mengatakan banyak para politisi-politisi, pejabat-pejabat, pengusaha-pengusaha. Dari banyak contohnya, apakah mereka terhalangi karirnya hanya dengan menggunakan jilbab ?
e. Jilbab menurut syar’I
1. Menutupi seluruh badan
Menutupi aurat dan bagian-bagian yang harus ditutupi.aurat bagi seorang perempuan adalah seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah. Serta jilbab yang dipakai tidak diberi hiasan-hiasan hingga mengundang pria untuk melihatnya.
Allah berfirman :
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nuur: 31)
2. Tebal dan tidak transparan
Tebal disini bukan berarti harus memakai bahan yang tebal, tapi? Tebal disini adalah tidak transparan. Tidak terlihat leher, telinga, atau rambut.
Rasulullah bersabda : “Akan ada nanti di kalangan akhir umatku para wanita yang berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang. Kemudian beliau bersabda ; “…laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka itu terlaknat”. (HR. Ath Thabrani )
3. Lebar tidak sempit
Usamah bin Zaid berkata: Rasulullah memakaikan aku pakaian Qibthiyah yang tebal yang dihadiahkan oleh Dihyah Al Kalbi kepada beliau maka aku memakaikan pakaian itu kepada istriku. Suatu ketika beliau bertanya: “Mengapa engkau tidak memakai pakaian Qibthiyah itu?” Aku menjawab: “Aku berikan kepada istriku”. Beliau berkata : “Perintahkan istrimu agar ia memakai kain penutup setelah memakai pakaian tersebut karena aku khawatir pakaian itu akan menggambarkan bentuk tubuhnya”.
4. Tidak diberi wangi-wangian
Karena Rasulullah bersabda : “Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian lalu ia melewati sekelompok orang agar mereka mencium wanginya maka wanita itu pezina.” (HR. An Nasai, Abu Daud)
5. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
Abu Hurairah mengatakan: “Rasulullah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki”. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan lainnya).

Alhamdulillah ^_^

By :Safrina Achmad
Dari Berbagai Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s